Langsung ke konten utama

Postingan

EJSC, co-working space kekinian di Jawa Timur

Dalam rangka memanfaatkan momen cuti lebaran 2023 agar tetap produktif saya menyempatkan diri  mampir ke salah satu co-working space di daerah Pamekasan, Madura. Awalnya cukup surprised ketika googling dan menemukan EJSC ini, sangat tidak menyangka kalau di kota kecil di Provinsi Jawa Timur ini sudah tersedia co-working space yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan fasilitas yang lumayan lengkap. Lokasinya sendiri berada di Gedung Karesidenan Kota Pamekasan, persis di seberang alun-alun kota yang lebih dikenal dengan sebutan Arek Lancor. image source: google Berikut ini beberapa kesan positif yang dapat saya simpulkan selama menggunakan co-working space ini dua hari berturut-turut: Akses yang Mudah Ga perlu muter-muter untuk bisa menemukan tempat ini, apalagi sampai nyasar. Google Maps offline? bisa tanya ke warga setempat, pasti rata-rata tahu dimana gedung karesidenan berada. Parkiran Luas Parkiran baik untuk roda empat ataupun roda dua tersedia di halaman depan gedung, waktu sa
Postingan terbaru

Tutorial Angular Bagian 3: Membuat dan Mengubah Style Component

Component merupakan bagian terpenting dari Angular untuk menghasilkan blok-blok HTML yang membentuk suatu halaman. Masing-masing component dapat berdiri sendiri atau menjadi sub component dari component lain (biasa disebut dengan child component)   dan bisa digunakan berulangkali di halaman yang berbeda (reusable). Secara garis besar Angular component   terdiri atas: HTML template untuk menampilkan HTML objek kepada pengguna Typescript class, digunakan untuk menulis logika aplikasi ataupun behaviour dari component tersebut CSS untuk mengubah style/tampilan component Membuat Component Cara yang paling mudah untuk membuat component adalah dengan Angular CLI, buka terminal dan pastikan Anda sudah berada di dalam direktori   aplikasi Angular lalu jalankan perintah berikut: ng generate component hello-world Perintah di atas secara otomatis akan membuat folder dengan nama hello-world (src/app/hello-world) dan di dalam folder tersebut Anda akan menemukan file: hello-world.component.ts

Tutorial Angular Bagian 2: Instalasi dan Konfigurasi

Menginstall dan memulai sebuah project dengan Angular dapat dilakukan hanya dengan beberapa langkah saja karena Angular sudah menyediakan CLI ( command line interface ) yang membuat pekerjaan menjadi jauh lebih mudah. Anda tidak perlu repot-repot membuat atau meng copy-paste  file yang dibutuhkan tapi cukup dengan menjalankan perintah di terminal/ command prompt  maka file yang Anda inginkan akan otomatis terbentuk. Adapun sebelum bekerja dengan Angular, sangat disarankan sekali bagi Anda untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai HTML, CSS dan javascript. Hal ini dapat membantu Anda lebih mudah memahami keseluruhan materi dari tutorial ini maupun tutorial lainnya yang berkaitan dengan Angular. Pre Requisite Sebelum memulai project dengan Angular pastikan di komputer/laptop Anda sudah terinstall  NodeJS  dan  NPM . Saya tidak akan menjelaskan detail step-by-step instalasi NodeJS dan NPM pada tutorial ini karena dapat Anda temukan secara mandiri di Google, namun saya sarankan untu

Tutorial Angular Bagian 1: Introduction

Angular merupakan salah satu library javascript yang sangat populer untuk membangun user interface aplikasi berbasis web ( web application ). Dikembangkan oleh Google, Angular telah digunakan oleh banyak perusahaan kelas dunia maupun startup yang menginginkan aplikasi mereka dapat berjalan  dengan  smooth  dan tentu saja cepat ketika diakses oleh pengguna. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan mengapa memilih Angular, antara lain: Re-usable Component Mayoritas sebuah  website terdiri atas sedikitnya tiga blok utama yaitu:  Header: memuat menu navigasi, logo dan judul website. Content: memuat informasi utama yang ditujukan bagi pengguna, baik itu artikel, tabel maupun grafik. Footer : memuat informasi seperti copyright, link social media, nomor kontak dan sebagainya. Nah, dari tiga blok diatas, header dan footer  adalah yang jarang sekali berubah, berbeda dengan blok content yang isinya dinamis tergantung dari halaman yang sedang diakses oleh pengguna. Angu

Mempelajari bahasa pemograman PHP itu buang-buang waktu!

Begitulah kurang lebih maksud dari postingan di group facebook yang saya baca, sambil geleng-geleng kepala dan berucap dalam hati " what the heck you are talking about man !". Tapi tanpa kita sadari ada banyak orang yang sepemikiran dengan si empunya post , mereka menganggap PHP itu adalah sebuah bahasa yang sangat tidak keren, tidak canggih, tidak safe,  terlalu banyak garbage collection sehingga ga well   perform. Saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu ketika menghadiri sebuah konferensi teknologi di Jakarta, statement dari seorang IT Manager sebuah perusahaan yang bergerak di industri keuangan " we are not doing PHP here, and will never be while I'm still here " rasanya kembali menegaskan bagaimana bahasa pemograman ini dipandang sebelah mata dan kerap menjadi second citizen. Well, with all due respect.. tidak ada yang salah dengan penilaian tersebut, apalagi jika disampaikan dengan data dan fakta plus experience. Tidak bisa kita pungkiri PHP mem

Akselerasi minimum tapi konsisten

Sama halnya dengan perlombaan lari kita tidak mungkin dapat begitu saja mencapai kecepatan maksimum begitu mendengar aba-aba"ya" atau letusan pistol, semua butuh proses. Dalam programming pun demikian, jangan pernah berharap bahwa setelah  langkah pertama selanjutnya akan mulus tanpa rintangan, justru sebaliknya titik paling sulit, rumit, berdarah-darah dan butuh kesabaran ekstra ada pada fase ini. Tidak heran jika banyak sekali kita temui beberapa orang menyerah dan memilih untuk putar arah karena merasa dirinya berada di jalan yang salah. saya tidak berbakat untuk menjadi seorang programmer - by anonymous.  Saya berani bertaruh kalau semua programmer hebat yang kita temui pernah menghadapi hal yang sama, bedanya? mereka tidak menyerah dan secara konsisten melakukan perbaikan (remedial) dan mempelajari hal baru setiap harinya. Stuck ? itu hanya sementara, lambat laun jawaban akan didapati jika terus mencari. Fase ini memang berat tapi sangat krusial, para programmer

Dari mana harus memulai?

Pertanyaan ini sering saya temukan baik di forum-forum diskusi, sosial media ataupun DM ( Direct Message ), wajar saja rasanya jika ada yang bertanya demikian terutama mereka yang baru mengenal dunia I.T, sayapun dulu pernah menanyakan hal yang sama bukan hanya karena faktor bingung tapi juga pertimbangan agar nantinya waktu ( time ) yang saya alokasikan mempelajari sesuatu dapat memberikan career opportunity yang lebih baik. Sebetulnya jawaban untuk pertanyaan ini sangat sederhana, yaitu: Mulailah dari yang paling mudah Saya sarankan untuk jangan mempelajari sebuah bahasa pemograman hanya karena mendengar rumour bahwa "programmer yang bisa bahasa pemograman A gajinya lebih tinggi di pasaran" atau "bahasa pemograman C hanya untuk mereka yang cupu" atau "bla.. bla.. bla" yang lainnya karena pada faktanya setiap bahasa pemograman itu punya keunikan dan fungsinya masing-masing serta selalu dibutuhkan oleh market. S ebagai contoh: Bahasa pemograman Pa