Langsung ke konten utama

Akselerasi minimum tapi konsisten

Sama halnya dengan perlombaan lari kita tidak mungkin dapat begitu saja mencapai kecepatan maksimum begitu mendengar aba-aba"ya" atau letusan pistol, semua butuh proses. Dalam programming pun demikian, jangan pernah berharap bahwa setelah langkah pertama selanjutnya akan mulus tanpa rintangan, justru sebaliknya titik paling sulit, rumit, berdarah-darah dan butuh kesabaran ekstra ada pada fase ini. Tidak heran jika banyak sekali kita temui beberapa orang menyerah dan memilih untuk putar arah karena merasa dirinya berada di jalan yang salah.
saya tidak berbakat untuk menjadi seorang programmer - by anonymous. 
Saya berani bertaruh kalau semua programmer hebat yang kita temui pernah menghadapi hal yang sama, bedanya? mereka tidak menyerah dan secara konsisten melakukan perbaikan (remedial) dan mempelajari hal baru setiap harinya. Stuck? itu hanya sementara, lambat laun jawaban akan didapati jika terus mencari. Fase ini memang berat tapi sangat krusial, para programmer tangguh terbentuk setelah melewati fase ini.

Saya teringat bagaimana struggle-nya ketika pertama kali belajar HTML, dengan keterbatasan resource berbekal buku usang yang saya pinjam dari perpustakaan daerah, hampir setiap hari bolak-balik warnet di dekat kampus hanya untuk menampilkan "Hello World" di halaman internet explorer, ya itu benar, script tidak bisa dijalankan padahal saya sudah mengikuti instruksi persis seperti yang ada di buku. Tiga hari kemudian setelah cari tahu sana-sini ternyata masalahnya sepele yaitu file script disimpan tidak dengan ekstensi .html (dulu browser tidak secanggih sekarang yang dapat me-load hampir semua jenis file). 
ngoding itu candu, semakin penasaran semakin kecanduan
Yang tidak kalah penting dilakukan di fase ini yaitu akselerasi, lakukan secara perlahan namun konsisten, upgrade skil kapan saja dan dimana saja. Selain dengan banyak membaca, melihat tutorial di youtube atau mendengarkan pod-cast akselerasi bisa juga dengan men-challenge diri sendiri, entah itu mengerjakan side project, membuat/contribute project open source atau coding challenge di situs-situs seperti hackerrank

Memang konsisten itu sulit apalagi cobaan-nya engga sedikit, coba bayangkan saja kita sedang mengerjakan project kecil tapi teman di sebelah asik main dota rame-rame, atau lagi coding challenge pakai timer tiba-tiba teman ngajak nonton anime terbaru. Disitulah diperlukan manajemen emosi dan waktu yang baik karena skil tidak akan bertambah dengan sendirinya, sim salabim abra kadabra, tidak demikian!
Pelaut yang tangguh tidak terbentuk dari ombak laut yang tenang




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Angular Bagian 2: Instalasi dan Konfigurasi

Menginstall dan memulai sebuah project dengan Angular dapat dilakukan hanya dengan beberapa langkah saja karena Angular sudah menyediakan CLI ( command line interface ) yang membuat pekerjaan menjadi jauh lebih mudah. Anda tidak perlu repot-repot membuat atau meng copy-paste  file yang dibutuhkan tapi cukup dengan menjalankan perintah di terminal/ command prompt  maka file yang Anda inginkan akan otomatis terbentuk. Adapun sebelum bekerja dengan Angular, sangat disarankan sekali bagi Anda untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai HTML, CSS dan javascript. Hal ini dapat membantu Anda lebih mudah memahami keseluruhan materi dari tutorial ini maupun tutorial lainnya yang berkaitan dengan Angular. Pre Requisite Sebelum memulai project dengan Angular pastikan di komputer/laptop Anda sudah terinstall  NodeJS  dan  NPM . Saya tidak akan menjelaskan detail step-by-step instalasi NodeJS dan NPM pada tutorial ini karena dapat Anda temukan secara mandiri di Google, namun saya sarankan untu

Tutorial Angular Bagian 3: Membuat dan Mengubah Style Component

Component merupakan bagian terpenting dari Angular untuk menghasilkan blok-blok HTML yang membentuk suatu halaman. Masing-masing component dapat berdiri sendiri atau menjadi sub component dari component lain (biasa disebut dengan child component)   dan bisa digunakan berulangkali di halaman yang berbeda (reusable). Secara garis besar Angular component   terdiri atas: HTML template untuk menampilkan HTML objek kepada pengguna Typescript class, digunakan untuk menulis logika aplikasi ataupun behaviour dari component tersebut CSS untuk mengubah style/tampilan component Membuat Component Cara yang paling mudah untuk membuat component adalah dengan Angular CLI, buka terminal dan pastikan Anda sudah berada di dalam direktori   aplikasi Angular lalu jalankan perintah berikut: ng generate component hello-world Perintah di atas secara otomatis akan membuat folder dengan nama hello-world (src/app/hello-world) dan di dalam folder tersebut Anda akan menemukan file: hello-world.component.ts

Tutorial Angular Bagian 1: Introduction

Angular merupakan salah satu library javascript yang sangat populer untuk membangun user interface aplikasi berbasis web ( web application ). Dikembangkan oleh Google, Angular telah digunakan oleh banyak perusahaan kelas dunia maupun startup yang menginginkan aplikasi mereka dapat berjalan  dengan  smooth  dan tentu saja cepat ketika diakses oleh pengguna. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan mengapa memilih Angular, antara lain: Re-usable Component Mayoritas sebuah  website terdiri atas sedikitnya tiga blok utama yaitu:  Header: memuat menu navigasi, logo dan judul website. Content: memuat informasi utama yang ditujukan bagi pengguna, baik itu artikel, tabel maupun grafik. Footer : memuat informasi seperti copyright, link social media, nomor kontak dan sebagainya. Nah, dari tiga blok diatas, header dan footer  adalah yang jarang sekali berubah, berbeda dengan blok content yang isinya dinamis tergantung dari halaman yang sedang diakses oleh pengguna. Angu